Menurunkan Bilubirin / Jaundice / Bayi Kuning secara Alami

Perhatian: Tidak semua merk essential oil memiliki kualitas yang sama. Apabila anda menginginkan hasil yang sama seperti testimoni di bawah ini, anda harus memperhatikan kualitas essential oil. Apakah pengelolaan sumber tanaman untuk essential oil tersebut terjamin dan bebas pestisida? Pilih merk yang 100% murni, thepeautic grade essential oil yang tidak terkontaminasi oleh bahan sintetis tambahan.

Bayi Kuning
Bayi Kuning

Biluribin tinggi atau kuning pada bayi adalah perihal yang cukup umum. Oilogy mau sharing tentang kisah sukses menurunkan biluribin secara alami.

Saya mempunyai sahabat sejak di bangku kuliah. Kami memiliki banyak perbedaan dan persamaan, salah satunya, kami sangat menggemari essential oil dan remedi alami. Beberapa waktu yang lalu, sahabat saya melahirkan anaknya yang pertama, diberi namanya Rebekah. Ketika Rebekah berusia 2 minggu, biluribin level Rebekah mencapai angka 21.6. Ini sudah tergolong tinggi, apabila mencapai angka 25, sang bayi dapat mengalami kerusakan otak. Seperti pada umumnya, pihak rumah sakit menganjurkan Rebekah untuk disinar. Sahabat saya bersikeras menolak, dia ingin memberi ASI ekslusif untuk Rebekah. Akhirnya, pihak rumah sakit memberi pinjaman lampu sinar dan selimut.

Saya pun lalu ditelpon oleh sahabat saya, dengan nada panik, dia meminta pertolongan saya. Sebelum saya masuk ke rumahnya, saya oleskan essential oils dulu ke  beberapa bagian tubuh saya. Saya tahu betul, sahabat saya ini pasti menolak untuk memakai essential oils ini, setidaknya dia bisa menghirup wanginya. Benar saja, dia menolak untuk memakai essential oils ini, karena takut Rebekah tidak mau minum ASI. Dia meminta saran saya, dan kita pun berdoa bersama, memohon perlindungan dan petunjuk Tuhan untuk menolong Rebekah. Dia pun merasa lebih tenang setelah berdoa.

Keesokan harinya, Rebekah nampak lebih lesu, biluribinnya naik ke angka 22. Kami terus berdoa untuk Rebekah dan setuju untuk melakukan enema. Enema adalah injeksi cairan melalui anus untuk memicu pengosongan. Sepulang dari gereja, saya membeli kantong enema di apotek dan bergegas ke rumah Rebekah.

Pertama-tama, kami oleskan dulu lavender   di diri kami sendiri, lalu oleskan  di telapak kaki Rebekah. Sambil berdoa, saya teteskan lavender di telapak tangan saya lalu saya oleskan di kepala Rebekah hingga di bagian atas hidungnya. Tidak lama kemudian, Rebekah mengeluarkan air mata bewarna kuning. Biluribinnya sedang keluar, dan Rebekah tidak menangis, dia tenang-tenang saja.

Lalu kami siapkan air RO yang hangat dan meneteskan essential oil lagi   untuk enema. Cairan poop bewarna kuning pun keluar melalui lubang anusnya. Lalu saya oleskan Frankincense di tulang punggunnya, Lavender di bagian perut, dan Rosemary di punggung. Ketika kami buka lagi popoknya, banyak sekali carian urin yang keluar dan hampir seluruh popok berwarna oranye. Tubuh mungil Rebekah baru saja mengeluarkan biliruben!

Kami lakukan sekali lagi enema setelah jeda beberapa jam, dan cairan yang keluar menjadi warna hijau kehitaman. Lalu setiap kali menyusui di sepanjang malam, sahabat saya mengoleskan Rosemary dan Lavender.

Keesokan harinya, Rebekah melalukan tes darah dan biluribin level turun ke angka 15 dan dalam 2 hari tanpa harus melakukan enema lagi, biluribin Rebekah kembali ke angka normal.

Terima kasih untuk membaca, semoga dapat membantu para bunda di luar sana.

 


Disklaimer:

Oilogy.org tidak bertanggung jawab atas keakuratan testimoni. Informasi di website ini disediakan untuk mendukung edukasi saja. Tidak dikhususkan untuk mendiagnosa, menyembuhkan, dan mencegah penyakit apa saja, juga tidak diperkenankan untuk menggantikan anjuran ahli kesehatan profesional. Testimoni di website ini belum dievaluasi oleh FDA. Harap memberi perhatian lebih dalam menggunakan essential oils untuk anak-anak dan hewan. Kami tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan materi ini. Khasiat penggunaan produk belum tentu sama untuk semua orang. Penggunaan website ini menandakan bahwa anda setuju dengan Terms of Use, Privacy Policy, dan Full Disclaimer kami.

Anda juga mungkin menyukai:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *